Pengelolaan Sampah dan Ekonomi UMKM Untuk Pembangunan Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.30656/senama.v2i.138Keywords:
Pemilahan sampah, sampah organik anorganik, UMKM RadengAbstract
Sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung usai dan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia dalam pengelolaan sampah masih harus terus ditingkatkan. Secara umum sampah dapat dikategorikan sebagai sampah organik dan non organik. Kedua jenis sampah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan lagi. Sebagai contoh dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti vas bunga, pot, tempat pensil dan lain sebagainya Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos atau bahkan untuk sampah dalam jumlah banyak dapat dimanfaatkan sebagai bank sampah. Oleh karenanya dalam usulan pengabdian ini, akan dilakukan edukasi pengelolaan sampah dan pemilahan sampah organik anorganik oleh para mahasiswa KKM Kelompok 9 Universitas Serang Raya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan Pendidikan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum. Yayasan Pendidikan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum membawahi beberapa lembaga pendidikan yaitu TK IT, SD IT, MDTA, dan MTS. Dari pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan edukasi dalam usaha pengelolaan sampah dan pemilahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kuliah kerja nyata dari KKM Kelompok 9 bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah organik anorganik. Bentuk pengabdian lainnya yang dilakukan pada KKM Kelompok 9 Universitas Serang Raya pada UMKM Radeng yang meproduksi kentang mustofa dan dendeng kemasan di Kota Cilegon dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan pengenai penerapan digital marketing dalam upaya meningkatkan UMKM yang berkelanjutan. Serta mahasiswa mendapatkan pengalaman mengikuti praktek/pelatihan pengolahan produk UMKM Radeng tersebut. Pengabdian dilakukan melalui kegiatan, workshop pelatihan desain, seminar digital marketing, pengembangan umkm lokal, dan KKM Mengajar. Dengan demikian, KKM dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi mahasiswa, UMKM yang bersangkutan dan masyarakat. Hasil kegiatan pegabdian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi dari kegiatan tersebut dapat memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat serta pembentukan karakter dengan melalui penyampaian materi dan diskusi terkait pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Saran yang diberikan yaitu dari program sosialisasi pemilahan sampah, diharapkan dapat melanjutkan sikap membuang sampah sesuai jenisnya dan KKM Kelompok 9 juga menyediakan sarana dalam pemilahan sampah, seperti tempat sampah sesuai jenis sampahnya agar mampu mendukung lingkungan yayasan dan juga masyakarakat sekitarnya dalam melakukan pemilahan sampah. Dan hasil pengabdian dari UMKM Radeng memberikan gambaran naiknya semangat dan meningkat pemahaman masyarakat terutama dibidang branding dan pengembangan umkm menggunakan media online.