PENGARUH RASIO KATALIS NAOH PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH DENGAN PROSES ESTERIFIKASI DAN TRANSESTERIFIKASI

Authors

  • Nina Arlofa Universitas Serang Raya
  • Rohanah Rohanah Universitas Serang Raya

DOI:

https://doi.org/10.30656/senapentra.v1i.203

Keywords:

biodiesel, minyak jelantah, transesterifikasi, katalis, karakteristik bahan bakar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui, dikembangkan sebagai substitusi minyak diesel berbasis fosil. Dalam penelitian ini, minyak goreng bekas (jelantah) dimanfaatkan sebagai bahan baku utama. Proses produksi biodiesel meliputi tahap pretreatment, esterifikasi, transesterifikasi, serta pemisahan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi katalis H₂SO₄ dan NaOH sebesar 0,5%, 1%, dan 1,5%, sedangkan variabel terikat mencakup volume biodiesel yang dihasilkan dan karakteristik fisikokimia, yaitu densitas, viskositas, serta kadar asam lemak bebas (FFA). Berdasarkan analisis bahan baku, diperoleh densitas sebesar 0,876 g/mL, viskositas 64,261 cSt, dan kadar FFA 12,83%. Adapun hasil karakterisasi produk biodiesel menunjukkan bahwa pada penggunaan katalis 0,5% diperoleh densitas 0,846 g/mL, viskositas 5,961 cSt, dan kadar FFA 0,0192%. Sementara itu, pada konsentrasi katalis 1% diperoleh densitas 0,853 g/mL, viskositas 7,452 cSt, dan kadar FFA 0,0234%; serta pada 1,5% diperoleh densitas 0,881 g/mL, viskositas 10,620 cSt, dan kadar FFA 0,0286%. Hasil terbaik yang mendekati standar SNI untuk biodiesel dicapai pada penggunaan katalis 0,5%, yang menunjukkan karakteristik fisikokimia paling sesuai. Kata kunci: biodiesel, minyak jelantah, transesterifikasi, katalis, karakteristik bahan bakar

Downloads

Published

2025-07-07