Sekolah Bebas Makanan Ultra Proses: Olah Sampah Organik Jadi Solusi Lingkungan dengan Biopori
DOI:
https://doi.org/10.30656/senama.v2i.115Kata Kunci:
Biopori, Makanan Ultra Proses, Sampah OrganikAbstrak
Kesadaran akan pentingnya makan sehat dan menjaga lingkungan kini mulai tumbuh di dunia pendidikan. Salah satu contohnya terlihat di Sekolah TAUD SAQU Insan Cerdas yang menerapkan aturan untuk tidak membawa makanan ultra proses. Aturan ini secara tidak langsung mengubah jenis sampah yang dihasilkan di sekolah—dari yang sebelumnya banyak sampah plastik, kini lebih didominasi oleh sampah organik. Meski begitu, muncul persoalan baru karena belum ada cara khusus untuk mengelola sampah organik tersebut. Dari situlah muncul ide membuat lubang biopori sebagai solusi sederhana yang bisa diterapkan langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan tentang manfaat dan cara kerja biopori, lalu dilanjutkan dengan praktik pembuatan bersama warga sekolah. Antusiasme warga sekplah cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap prosesnya. Biopori tidak hanya berguna untuk mengurai sampah organik, tapi juga menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan membangun rasa peduli terhadap lingkungan. Dari hal kecil seperti ini, sekolah bisa ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dalam kegiatan ini, berhasil dibuat lima lubang biopori berdiameter 10 cm di halaman sekolah sebagai upaya nyata mengelola sampah organik secara sederhana dan efektif.